Cara Mengetahui Obesitas Atau Tidak
Cara Mengetahui Obesitas Atau Tidak
Umumnya, orangtua tidak mengkhawatirkan kondisi berat badan yang berlebih pada anak, sampai diingatkan oleh petugas kesehatan atau orang di sekitarnya, seperti guru, misalnya. Pada orang dewasa menunjukkan fenomena yang sama.
Ahli mengatakan, seseorang dikatakan mengalami obesitas jika beratnya sedikitnya kelebihan 10% dari berat yang dianjurkan berdasarkan tinggi dan bentuk badan. WHO sendiri mengeluarkan panduan overweight dan obesitas berdasarkan indeks massa tubuh yang dimodifikasi sesuai usia, dan jenis Seperti apa, sih, seseorang dikatakan obesitas?Cara paling mudah adalah dengan memahami “ukuran-ukuran”.
Cara Mengetahui Obesitas dari Indeks Massa Tubuh
Untuk mengetahui apakah seseorang menderita obesitas atau tidak, bisa dilihat dari Indeks Massa Tubuh atau IMT-nya. Kalau IMT mereka sudah di atas 30/m2 pada laki-laki sebesar 9,16% dan 11,02% pada perempuan. Bila melebihi angka tersebut, bisa dipastikan orang tersebut menderita obesitas. Cara menghitung IMT adalah dengan membagi berat badan dalam kilogram dengan tinggi badan kuadrat, dalam ukuran meter. Ukuran BMI 18,5-24,9 dikategorikan sebagai normal, 25-25,9 masuk kategori overweight, sedangkan lebih dari 30 berkategori obesitas”jelasnya.
Cara Mengetahui Obesitas dari Lingkar Perut
Tidak hanya IMT, obesitas atau tidaknya seseorang juga bisa dilihat dari ukuran lingkar perutnya. Pernah melihat orang yang tubuhnya nggak terlalu gemuk, tapi memiliki lingkar perut yang besar? Bisa jadi orang ini juga menderita obesitas meski tidak terlihat terlalu gemuk.Orang dengan lingkar perut di atas 80 cm, sudah masuk dalam kategori obesitas. Berdasarkan studi DKI tahun 2006, sebanyak 59,4% perempuan di Indonesia mengalami hal ini.
Cara Mengetahui Obesitas dari Lingkar Leher
Mengukur lingkar leher anak mungkin menjadi cara baru untuk membantu memantau anak-anak yang kelebihan berat badan atau obesitas. Metode sederhana ini bisa menjadi alat monitor yang lebih baik karena indeks massa tubuh (IMT) tidak dapat dipercaya menggambarkan distribusi lemak perut atau lemak dalam.
Alasannya, lingkar leher lebih mudah untuk mengukur dan terbukti berkorelasi dengan indeks massa tubuh pada orang dewasa. Indeks massa tubuh dihitung dengan mengukur tinggi dan berat badan. Pada anak-anak, grafik IMT memperhitungkan jenis kelamin dan usia.
Penelitian mengambil sampel lebih dari 1.100 anak dan remaja usia 6-18 dan menemukan bahwa lingkar leher dengan benar mengidentifikasi proporsi tinggi anak-anak dan remaja yang kelebihan berat badan. Olubukola Nafiu, MD, dan rekan dari University of Michigan menyatakan pengukuran ini ditentukan faktor usia serta jenis kelamin dan membandingkannya standar normal untuk anak-anak.
Para peneliti menyimpulkan, lingkar leher dapat digunakan sebagai alat yang handal untuk mengidentifikasi anak muda dengan indeks massa tubuh tinggi. Lingkar leher diukur dengan pita yang fleksibel, dengan anak-anak dalam posisi berdiri dan kepala terangkat tegak.
Sebagai contoh, anak usia 6 tahun dengan ukuran lingkar leher lebih dari 11,2 inci – 3,6 kali lebih mungkin kelebihan berat badan atau obesitas daripada anak lakilaki pada usia yang sama. Metode ini adalah indikator yang lebih baik pada anak laki-laki.








Leave a Reply