Tali Putri

Tali Putri (Cassytha filiformis L.)

tali-putri tali-putri-sebagai-obat
Kandungan Kimia dan Efek Farmakologis

Tali putri mengandung senyawa actinodophnine, N-metiloctinodaphnine, cossomendine, cossamedine, cothofiline, cotheformine, cassyformine, cossyfillne, cassythine, cossythidine, filiformine, isoboldine, lourotetomne, lysicamine, ocoteine, dan predicentrine. Anggota famili Lauraceae itu bersifat manis, agak pahit, sejuk, dan beracun. Khasiatnya sebagai antiradang, peluruh kencing, membersihkan darah, menghentikan darah (hemostatik), dan penurun panas (antipiretik). Tali putri masuk meridian hati dan ginjal.

Khasiat

Seluruh bagian tanaman berkhasiat untuk mengatasi beragam penyakit.

1. Disentri

Cuci bersih 50 g herba segar tali putri, lalu rebus dengan 3 gelas air sampai mendidih dan airnya tersisa 1 gelas. Setelah dingin, saring ramuan. Minum air rebusan 2 kali sehari, masing-masing 1/2 gelas.

2. Batuk darah, sakit kuning, dan susah buang air besar

Cuci bersih 30 g herba kering tali putri atau 60 g herba segar. Rebus bahan dengan 3 gelas air sampai mendidih dan airnya tersisa 1 gelas. Setelah dingin, saring ramuan. Minum ramuan 2 kali sehari, masing-masing 1/2 gelas.

3. Eksim dan borok

Cuci bersih 50 g herba segar tali putri, lalu rebus dengan 3 gelas air sampai mendidih dan airnya tersisa 2 gelas. Gunakan air rebusan untuk mencuci bagian yang sakit.

4. Kencing darah

Ambil 90 g herba segar tali putri, lalu cuci bersih. Rebus bahan dengan 4 gelas air sampai mendidih dan airnya tersisa 2 gelas. Setelah dingin, saring dan tambahkan gula merah secukupnya ke dalam air rebusan. Minum ramuan 2 kali sehari, masing-masing 1 gelas.

Catatan:

• Wanita hamil dilarang minum ramuan berbahan tali putri.

• Kandungan alkoloidnya dapat menimbulkan kejang.

• Kelebihan dosis dapat menyebabkan kematian.

• Herba ini tidak boleh digunakan bila tumbuhnya di atas tumbuhan beracun seperti yure (Nerium indicum), Gelsemium elegons, Strop divaricatus, dan tanaman beracun lainnya.

Tali Putri sebagai parasit

Tali putri sesungguhnya punya sifat merugikan. Ya, kehadirannya “menumpang” di atas tumbuhan perdu atau semak bukanlah karena ia “disukai” sang tanaman inang. Bukan pula kehadirannya yang bak hiasan itu karena ada kerja sama atau simbiosis mutualisme (saling menguntungkan) antara tali putri dengan tumbuhan inangnya. Yang terjadi adalah sebaliknya, “menumpangnya” tali putri di atas tumbuhan inang karena ia “tengah menjajah” tumbuhan lain melalui pola hubungan simbiosis parasitisme.

Tali putri memang tumbuhan parasit yang bisa membunuh inangnya. Di awal kehadirannya bersimbiosis dengan tumbuhan inang, tali putri hanya membelit, melilit, dan kemudian sedikit mengisap saripati makanan dari tumbuhan inang. Kebutuhan nutrisi, air, dan mineral untuk melanjutkan kehidupannya ia gantungkan pada tumbuhan inang. Namun, seiring dengan perkembangan dan pertumbuhannya, tali putri tak hanya “sedikit menghisap” nutrisi sang inang. Ia juga akan bersaing memperebutkan ruang dan jatah cahaya matahari. Yang semula hanya melilitkan sulurnya pada bagian batang bawah tumbuhan inang, secara perlahan ia akan bergerak naik dan secara bergerombol “hinggap” dan menutupi tumbuhan inang.

tunas-tali-putri

Akibat “perbuatan” tali putri, tak sedikit tumbuhan yang menjadi inangnya hidup meranggas. Sebagian lainnya malah mengering, lalu mati. Jika kebetulan tumbuhan yang dijadikan inang tali putri termasuk tanaman komoditas penting yang diusahakan petani, seperti tomat, kehadiran tali putri sangatlah merugikan. Produktivitas bisa turun dan petani akan mengalami kerugian ekonomi yang cukup berarti. Di Amerika Serikat, tali putri tergolong parasit yang diwaspadai dan masuk dalam daftar “sepuluh gulma utama” musuh Departemen Pertanian AS (USDA).

Tali putri tersebar di kawasan tropik dan ditemukan tumbuh pada beberapa tanaman perdu dan semak yang rendah, baik semak belukar maupun lapangan terbuka pada daerah pantai atau jauh dari pantai. Tumbuh tidak teratur dan dapat menutup tumbuhan inang (host) hingga tidak kelihatan sama sekali. Batangnya berbentuk bulat seperti benang, lemah, bercabang, dengan diameter kurang dari 0,5 mm, berwarna cokelat muda kekuningan, panjangnya bervariasi, bisa mencapai 3-8 meter, melekat pada tumbuhan lain dengan alat pengisap. Daunnya berupa sisik kecil. Sedangkan bunganya juga berukuran kecil, berwarna putih kekuningan, berkumpul berbentuk bulir dengan panjang 2-5 cm. Buahnya berbentuk bulat, berdaging, dengan diameter 3-7 mm.

Tiap tahun tali putri menghasilkan biji yang jatuh ke tanah dan berkecambah dalam tanah. Tali putri muda panjangnya 2-4 inci, yang tumbuh dan bergerak ke arah inang. Pada musim panas dan gugur atau musim kemarau di Indonesia, tali putri menghasilkan bunga-bunga berukuran kecil berwarna putih. Bunga ini memproduksi dua sel kapsul buah yang meretak dan melepaskan 1-4 biji, di mana tiap bijinya bisa menghasilkan tumbuhan baru tiap tahun.

Sebagian berpendapat, tali putri tidak memiliki zat hijau daun (klorofil) setelah ia menggantungkan seluruh hidupnya pada tumbuhan inang. Namun, berdasarkan sejumlah studi diketahui, tumbuhan tersebut memiliki klorofil pada tunas, buah, dan batangnya. Penyebarluasan biji tali putri bisa melalui sisa panen yang berpindah, aliran air irigasi, disebarkan langsung oleh manusia, atau bersama-sama dengan sisa pembuangan semak atau gulma. Tali putri juga memiliki kemampuan adaptasi yang baik terhadap perubahan lingkungan. Bijinya mampu “tidur” atau dormansi selama lima tahun dalam tanah, menunggu kondisi yang baik untuk pertumbuhannya. Tumbuhan yang bisa diserang bukan hanya semak-semak belukar atau tumbuhan pagar, tapi juga tanaman hias seperti dahlia, krisan, atau helenium. Jika kebetulan menjumpai tali putri pada tanaman hias, sebaiknya segera dibasmi ketika masih belum berkembang biak. Jika sudah berbiak banyak dan menutupi permukaan tumbuhan, pengendaliannya menjadi lebih sukar. Tali putri termasuk parasit yang bandel karena sulit dibasmi jika tidak dibasmi sekaligus bersama tumbuhan inangnya.

Gemuk itu sumber penyakit – info Cara diet cepat dan alami 5-15kg/60 hari ada disini

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *